“Es E?”
“SE, SE, SE, SE..MANGAT, UNTUK BERI BUMI CAHAYA!!!”
`````
Ya itulah jargon yang pernah kudengar beberapa kali saat di penghujung rapat departemen ini. SE alias Syiar Event adalah salah satu departemen di SPDK yang kerjaannya dominan ngurusin event dan pelayanan dari GAMAIS untuk massa kampus tercinta. Di tahun ini 2014 ini ada Faisal (Faisal Ardhy, EL ’11) dan Nabil (Rakhmawati Nabila, TK ’11) selaku kadep dan wakadep.
SE adalah departemen yang paling banyak stafnya, bahkan paling banyak juga magangersnya. Di awal masa oprec staf, wakadep SE emang paling gencar banget nyari-nyari orang buat direkrut jadi staf. Qodarullah tujuh belas orang ikhwan-akhwat telah berhasil terekrut sebagai staf SE 2014.
SE memang tidak melulu bicara tentang event, tapi apa mau dikata. Adanya kata ‘event’ yang nyempil di nama departemen ini membuat mereka juga diingat akan ‘event-event’nya. Ada apa aja, so let’s check this out :)
“SE, SE, SE, SE..MANGAT, UNTUK BERI BUMI CAHAYA!!!”
`````
Ya itulah jargon yang pernah kudengar beberapa kali saat di penghujung rapat departemen ini. SE alias Syiar Event adalah salah satu departemen di SPDK yang kerjaannya dominan ngurusin event dan pelayanan dari GAMAIS untuk massa kampus tercinta. Di tahun ini 2014 ini ada Faisal (Faisal Ardhy, EL ’11) dan Nabil (Rakhmawati Nabila, TK ’11) selaku kadep dan wakadep.
SE adalah departemen yang paling banyak stafnya, bahkan paling banyak juga magangersnya. Di awal masa oprec staf, wakadep SE emang paling gencar banget nyari-nyari orang buat direkrut jadi staf. Qodarullah tujuh belas orang ikhwan-akhwat telah berhasil terekrut sebagai staf SE 2014.
SE memang tidak melulu bicara tentang event, tapi apa mau dikata. Adanya kata ‘event’ yang nyempil di nama departemen ini membuat mereka juga diingat akan ‘event-event’nya. Ada apa aja, so let’s check this out :)
Perjalanan karir *halah* SE-SPDK GAMAIS 2014 dimulai dengan dilaksanakannya UPGRADE 3 di sekitar awal tahun 2014. Agenda ini diketuai oleh Rohmat (Rohmat Agung Sholehuddin, Manajemen ’12). Rohmat membawa agenda UPGRADE 3 ini menjadi kental akan nuansa manajemen dan branding di setiap lininya, mungkin karena udah passion juga kali ya. Oiya, btw tentang Rohmat, dia termasuk tipe orang yang ekspresif, kalo dia lagi seneng atau sebel bisa keliatan banget dari raut mukanya. Alhamdulillah walau sempat beberapa kali tertangkap air muka yang kurang baik dari wajah Rohmat sepanjang keberjalanan SE tahun 2014 lalu, misal pas di opening OPOC, PMB, ITBB tapi kontribusi Rohmat di bidang inovasi keorganisasian emang patut diacungi jempol.
Bicara tentang UPGRADE 3, ada lagi satu sosok yang bisa kita kenali cukup baik disini, yaitu Rizka (Rizka Khoirotun Hisan, Kehutanan ’12) selaku korwat alias koordinator akhwat. Di UPGRADE 3 ini, Rizka banyak banget nih perjuangannya terkait ngurusin ke-administrasi-an peserta. Dari peserta yang daftar jauh-jauh hari, dekat-dekat hari hingga registrasi on the spot. Tapi apa mau dikata, Rizka emang apik dan rapi banget sih perihal ngurusin berkas-berkas cem ini. Cekatan banget juga. Sayangnya untuk beberapa agenda SE selanjutnya, Rizka cukup terkendala terkait jarak. Dimensi ruang antara jatinangor-ganesha emang terkadang membuat situasi kurang bersahabat, ditambah lagi dengan kondisi kesehatan Rizka yang sempat operasi saat itu membuat Rizka harus bisa banget menjaga tubuhnya agar tetap fit. Namun begitu, Rizka masih sangat-sangat intens memberi kabar hingga rasa terkoneksi itu selalu ada.
Di sekitar pertengahan tahun 2014, kita dipertemukan dengan agenda Ramadhan. Salah satu proker besar ke-event-an GAMAIS tiap tahunnya adalah aneka ragam syiar di bulan Ramadhan. Untuk tahun 2014 ini diberi nama RAOS alias Ramadhan On Campus. Di RAOS ini kita akan ketemu dengan Adit (Aditya Rachman Putra, EL ’12) selaku ketua pelaksana dan Urul (Nurul Aeni Amalia Nurjanah, Pertanian ’12).
Bisa dibilang tak banyak orang yang tahu *apa aku doang ya .-.* track record Adit di beberapa momentum sebelumnya. Di agenda RAOS ini keliatan banget betapa Adit berusaha melejitkan potensi kepemimpinan yang ada padanya. Jikalau tak salah menebak, sepertinya sifat koleris tidak terlalu dominan pada diri Adit. Jadinya Adit masih sangat normatif banget pas ngejalanin amanahnya dan tentunya sangat-sangat mendengarkan setiap arahan. Hmm... mungkin perlu sedikit sentuhan inisiatif kepemimpiinan yang perlu ditingkatkan lagi untuk kedepannya. Namun begitu, sebagai seorang ketua jerih payahnya untuk bisa tetap bertanggung jawab memang tak bisa dipandang sebelah mata.
Di sisi lain, kita akan ketemu dengan Urul, sang korwat RAOS. Sepintas Urul juga berusaha mengimbangi agar dominansi tidak terlalu berpihak banyak padanya. Namun inisiatif dan kontinuitas yang Urul jaga memang bukanlah hal yang mudah, apalagi dengan jarak mobilitas yang tinggi antara Jatinangor-Ganesha. Urul adalah sosok yang bersahabat, hal itu makin dikuatkan dengan sentuhan ekspresi yang cukup kentara saat berinteraksi secara langsung dengan Urul. Atau dengan kata lain, suasana hati Urul bisa dengan mudah tertebak dari raut wajahnya.
Belum lama berselang dari agenda Ramadhan, momentum PMB sudah harus segera memunculkan taringnya. Dengan diketuai oleh Obi (Robby Izaty Ramadhan, MS ’12) dan Winda (Winda Diana Sari, SI ’12) selaku korwat, di PMB ini kita juga akan cukup mengenal beberapa nama staf SE lainnya seperti Benny (Benny Sumaryono, TA ’12), Lisna (Lisnawati Mutia, FKK ’12), Wulan (Wulandari, Kehutanan ’12) dan Babny (Muhajah Babny Muslim, PL ’12).
Obi adalah sosok yang bisa banget megang kepercayaan orang yang menitipkan amanah padanya. Paling suka ngelapor alias berinisiatif tinggi. Cenderung terbuka pada setiap kritik dan sangat mempertimbangkan setiap hal yang dihadapkan padanya. Di sisi lain, Winda adalah sosok yang sangat teratur dan rapi. Cenderung bisa menjaga frekuensi kata saat berbicara tapi tetep mampu memenuhi otak dan perasaan dengan jiwa kekritisan yang konstruktif. Bisa dibilang ketua dan korwat PMB ini ibarat perpaduan dua orang yang saling komplemen dengan dua fungsi posisi yang berbeda.
Ada juga Benny yang sangat aktif bergerak. Entah kenapa kalo denger nama Benny langsung terbayang sosok kadepnya. Yap, beberapa kali kita akan menemukan Benny sebagai sosok yang sangat ‘eventual’ alias bisa ditemukan di banyak event. Dan biasanya juga dia cenderung mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan hal kelogistikan. Sebut saja saat opening OPOC, ITBB, PMB, ITB Berqurban, Qurban Runaway dan.. apalagi ya kira-kira ._. Tapi kalo bicara ekspresi, mungkin kadepnya ngga seekspresif Benny, apalagi kalo di medsos, di dunia nyata juga ga beda jauh sih. Benny itu kadang masih kurang percaya diri, tapi dia sangat mau belajar dan ngga pernah malu buat terus belajar. Bisa jadi Benny juga telah belajar banyak disini.
Lisna itu katanya cerewet *katanya loh itu, bukan kataku ._.* Apalagi dengan tugasnya sebagai pemburu harta karun eh apa sih namanya, treasure hunter-hunter gitu yang sedikit banyak ngurusin all about keuangan di PMB. Tapi semangat alias nafasnya Lisna emang panjang banget, nafas yang cukup panjang dalam melewati banyak perjalanan di SE tahun 2014 ini. Lisna pernah syalalasyubidap juga di upgrade dan beberapa agenda SE lainnya, tapi mungkin perjalanannya di PMB lah yang sangat-sangat menguras segala tenaga dan pikirannya. Walhasil kita perlu ngasih lebih dari dua jempol untuk keuangan PMB tahun 2014.
Sama dengan kedua temannya yang mojang Jatinangor (Rizka & Urul), Wulan juga bukanlah penghuni tetap ganesha. Maka kembali patut kita acungi jempol untuk mobilitas yang penuh perjuangan ini. Wulan juga aktif di karisma (salah satu unit di Salman) sehingga pengetahuan dan pengalamannya terkait dunia pra kampus sangat mendukung amanahnya di PMB. Oh iya hampir lupa, Wulan juga korwat syiar dari Musja (Muslim Jatinangor). Masih terekam banget dalam benak saat Wulan pernah tanya-tanya tentang all about syiar. Wulan itu juga paling update banget buat ganti pp facebook. Syiar media banget nampaknya.
Pernah dapet buku sakti pas zaman OSKM? Nah ternyata GAMAIS juga punya buku sakti loh. Salah satu pejuang lahirnya buku sakti GAMAIS di edisi PMB 2014 ini adalah Babny. Babny bisa dibilang wajah baru di GAMAIS pusat, kalian mungkin akan lebih mudah menemukan Babny di wilayah planologi sana. Babny yang berdomisili di Medan ini cukup memberikan nuansa baru dalam keberjalanan PMB tahun ini. Walau sempat harus tertatih dengan ritme kerja yang tidak biasa, tapi Babny akhirnya bisa mengeksekusi karyanya dengan ciamik.
Rampung dari PMB, SE masih harus mengencangkan sabuk untuk enam bulan berikutnya menghadapi tiga agenda besar yaitu ITB Berqurban, UPGRADE 4 dan ITB Berwawasan.
Di ITB Berqurban kita akan ketemu dengan Fadhli (Muhammad Nur Fadhli, MS ’12) selaku ketua dan Abida (Aa'bidaturrofifah, TI ’12) selaku korwat. Perjalanan amanah di ITB Berqurban ini memang cukup berliku bagi keduanya, Fadhli yang sempat uring-uringan karena keterbatasan SDM yang seakan ketarik habis ke tempat lain dan Abida yang harus berjuang ekstra keras membagi waktunya dengan akademik dan OA. Oiya, ITB Berqurban ini memang penuh drama, salah satunya drama dari kadep dan wakadep SE di grup BPH. Hehe. tapi ga usah dishare sekarang lah ya. Ntar lagi aja. Tapi apresiasi banget buat Fadhli dan Abida yang pada akhirya bisa membawa semarak gegap gempitanya Idul Adha ke kampus dengan dibagikannya sekian tusuk sate super enak dalam agenda 1000 Sate Satu ITB.
Satu sosok yang juga tak terlupa dari agenda ITB Berqurban ini adalah Majid (Abdul MAjid Al Kholish, AS ’12). Masih terngiang jelas betapa ia berusaha sekuat tenaga untuk meluangkan waktu agar bisa menunaikan amanahnya disini. Dan ia berhasil melakukan itu untuk beberapa hal dalam tataran eksekusi teknis. Walau pada akhirnya ia kembali belum disempatkan untuk berkontribusi lebih, semoga ada banyak pelajaran yang bisa didapatkan disini. Setidaknya Majid juga ikut berkontribusi dalam mengampanyekan ITB Melingkar dengan segera berganti pp sesaat setelah jarkoman dilayangkan.
Pasca ITB Berqurban, kita ketemu dengan UPGRADE 4. Disini muncul wajah baru yang bisa kita kenali lebih dalam yaitu Angga (Angga Fauzan, DKV ’12) dan Ghina (Ghina Hidayat, SI ’12) selaku ketua dan korwat.
Angga itu punya idealisme dengan standar yang cukup tinggi. Jiwa koleris dalam dirinya juga nampak kental sebenarnya. Saking kentalnya kadang lupa pasang rem, jadinya ngga sempet buka mata dan telinga lebar-lebar buat menganalisis realitas yang dinamis. Hehe. Selain itu Angga juga sangat pemberani. Selama dia ada di pihak yang benar, dia tidak akan ragu memperjuangkan itu. Di sisi lain, ada Ghina yang baru ‘terlacak’ setelah satu semester kepengurusan SE 2014 berlalu. Pertama kali dipertemukan dengan Ghina saat Quran Roadshow ke HMS yang tak lain adalah himpunannya Ghina. Ghina itu mudah banget terpacu semangatnya. Tapi harus didampingi banget banget banget. Karena Ghina kadang mudah kaget sama realitas yang ngga sesuai dengan harapan. Pun dengan UPGRADE 4 ini, secara konsep acara udah keren banget sebenarnya. Hanya saja ada satu paradigma ke-manusia-an yang ke-skip banget, padahal ini penting banget dalam ngegarap suatu event. Bagaimana pun pada akhirnya, ada banyak banget banget banget pelajaran yang bisa diambil dan berlimpah banget banget banget hikmah yang bisa dipetik disini.
Terakhir ada satu event yang paling rutin digarap sama SE ini. Yap, apalagi coba kalo bukan ITBB alias ITB Berwawasan... :D Yeay, Semangat untuk menambah wawasan.
Hmm... Bicara tentang ITBB, izinkan kita bercerita sedikit tentang dua sosok staf SE yang belum terceritakan disini, yaitu Rifqi (Rifqi Aflahi, TK ’12) dan Imas (Imas Siti Fatimah Nursyiam, Manajemen ’12). Rifqi itu orang yang super duper kritis, bisa dibilang hampir semua hal bisa dia komenin. Sejujurnya interaksi dengan Rifqi di dunia nyata ngga se-intens aktivitasnya di dunia maya. Rifqi itu bisa dibilang cukup fluktuatif juga orangnya. Tapi kalo boleh diibaratkan dengan permainan sepak bola, Rifqi itu tipe-tipe bertahan dan belum terlalu keliatan tipe penyerangnya. Sedangkan Imas itu orang yang ramah dan sopan banget. Imas itu salah satu pentolan syiar di SMUTY juga (LDW SBM). Kesibukannya di barat laut sana terkadang menuntut Imas untuk menyiapkan ekstra energi agar bisa tetap mengayuh roda kehidupan SE di tahun 2014 lalu. Satu kabar baiknya adalah Imas cenderung keliatan senang dan bahagia saat ditemui :)
Ya, itulah sekilas cerita tentang kehidupan SE di tahun 2014 lalu. Mungkin ada banyak air mata yang pernah bersemayam di balik semaraknya event-event yang pada akhirnya mampu terlaksana. Semoga air mata itu ada bukan sebagai bentuk dukacita melainkan sebagai bentuk perjuangan yang tak main-main, Semangat yang Se Se Semangaaat SE banget.
Terima kasih teman-teman SE, mungkin kalau bukan karena adanya kalian disini, semarak agenda-agenda besar di kampus bahkan ribuan maba ITB tak akan mampu merasakan kilatan cahaya yang berusaha kita hadirkan. Syukran jazakumullah khairan katsiran :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar